Kamis, 13 Februari 2014

Bidan oh bidan

Air ketuban
Askeb
Mekonium
Rujuk
Placenta
mengisi masa mudaku, mungkin ada yg bilang mereka merenggut masa mudaku, mungkin ada juga yang ingin masa mudanya seberuntung aku, yg diberi kesempatan untuk bisa berkutat dengan askeb, ibu yg mengeluh kenceng2, mekonium dan antek2nya..
Apapun itu, inilah jalanku.
Yang sudah kupilih entah sengaja entah tidak, Allah lebih tahu mana yg baik untukku..
Langkah bidan yg semakin dipersempit, atau untuk menjadi PNS itu harus lulusan kampus dgn akreditasi A, bodo amat. Aku tak begitu peduli.
Untuk beribadah tidak harus jadi PNS...
Saya bahagia dengan hidup saya, meski terkadang mengeluh, tapi mengeluh bukan bermaksud menolak takdir, hanya saja bingung untuk menginterpretasikan apa yang dirasakan..
Hati ingin ikhlas tapi terkadang lisan ini masih belum terlatih untuk tidak mengeluh..

Hujan

Entah, hujan selalu memesonaku
Dan aku selalu merindu saat saat aku bisa menyentuhmu, hujan..
Saat jutaan darimu,Tuhan tumpahkan ke bumi..
Saat banyak orang menghujatmu,
Saat banyak orang membenci kehadiranmu, hujan..
Saat orang-orang begitu kejam melambangkanmu sebagai kesedihan..
Dengan segala keindahanmu, aku tetap mencintaimu hujan..
Aku tetap dan akan selalu bahagia tiap kali kau datang..
Aku mencintaimu, karena kau adalah rahmat..
Aku rindu kamu, hujan..
Saat kau runtuh dari langit..
Menerpa lembut wajah yang gelisah..
Membasuh jiwa yang gersang..
Menyeka bulir air mata yang bernama kesedihan..
Mengubahnya menjadi pelangi yang tersenyum..
Hujan datang saja kapan pun kau mau..
Di sini masih ada yang mengharap hadirmu..
Aku sendirian, tak ada kawan untuk berbincang..
Bersahabatlah denganku..
Dan hapuskan keragu-raguanku..
Yakinkan aku untuk tetap berjalan meski terjal, meski aku harus berjuang dengan penyakit itu..