Kamis, 30 Mei 2013

PESAN SANG HUJAN (untuk diriku sendiri)



Terkadang hujan melambangkan kepedihan, namun tak jarang hati yang kesepian akan merindukan hujan, hujan bak simbol kebahagiaan, layaknya ia mencari kawan, yang tak kunjung hadir menghapus pilunya kesendirian..
Rintik hujan yang membuncah bagai sebuah harmoni yg melukiskan kebahagiaan, bukan lagi lambang kesedihan, namun ingatlah ini hanya berlaku bagi sebahagian orang..
Harmoni-harmoni yang tercipta menyusup ke telinga seakan membisikkan sebuah pesan,
"Kau tak lagi sendiri,
Tuhan mengizinkan aku turun lagi,
untuk membuatmu tak lagi sepi, sayang..
mengertilah Tuhan tak kan membiarkanmu merasa sendirian,
pahamilah dunia ini terlalu luas bila kau terus-terusan meratapi kepedihan ini sendirian..
Ini hanyalah sebuah paradoks kehidupan,
jangan sampai kau terlalu bebal untuk memahami indahnya hidup ini,
kau terlalu fokus dengan kesendirianmu,
kau pun layaknya siput yang terlalu membatasi diri,
ketika kau tersentuh kau pilih mengurung diri...
Aku ini hanyalah hujan,
tak patut kau jadikan kawan,
bukalah matamu, lihatlah di luar sana banyak orang menanti kehadiranmu,
kau yang Tuhan tunjuk untuk menyampaikan sebuah pesan yg Dia titipkan lewatku,
bahwa jangan terlalu naif,
jangan terlalu sombong untuk mensyukuri nikmat-Ku...
Aku tidak menciptakanmu sendirian,
Aku menciptakan banyak makhluk di muka bumi ini,
bukan untuk saling menyendiri,
tidakkah Engkau paham dengan ayat-ayat cinta-Ku?
Jangan terlalu angkuh, rendahkanlah hatimu,
sapalah siapa saja yang engkau mau,
sayangilah siapa saja yang kau inginkan, tidakkah itu mudah?
Jangan kau terlalu mempersulit dirimu sendiri untuk memahami maksud hidup ini..
Pahamilah siapa saja yg kau inginkan tuk kau jadikan kawan, bila kau ingin dipahami..
Cintailah siapa saja yg kau inginkan tuk kau jadikan kawan, bila kau ingin dicintai...
Temanilah kawanmu yang kesepian, bila kau tak ingin merasa sendiri...
Jangan terlalu memikirkan apa yang akan mereka berikan padamu,
setelah kau relakan hati, pikiran, dan kasihmu untuk kau hadiahkan pada mereka...
Pikirkanlah selalu bagaimana kau bisa menebarkan manfaat bagi mereka..
Jadilah Agen Tuhan yang menebarkan ilmu, bahwa untuk mendapatkan apa yang kau inginkan, maka berikanlah apa yang kau punya pada orang yang lebih membutuhkan..
seperti 'teman'...
Bila kau menginginkan teman yang mengerti, maka jadilah teman yang mampu mengerti, maka cepat atau lambat, Tuhan akan membalasmu.."
Hujan yang telah Tuhan tumpahkan ke muka bumi ini, berharap kau yang selalu merasa sendiri paham akan indahnya kebersamaan..
Boleh saja kau merindukan hujan, namun hujan mengharapkanmu menikmatinya dengan kawan barumu..
Hujan sangat ingin melihat kau bermain2 dengannya bersama kawanmu..
Setidaknya kau tahu, hujan rela menemanimu selama kau merasa sendirian, namun sudikah kau penuhi harapan sang hujan, agar ketika hujan datang kembali, kau sudah tak sendiri lagi...      

Salam hangat untuk semua sahabatku, dimana pun kalian berada
Dalam kondisi apa pun kalian,
Aku hanya ingin bilang
Hidupku terasa sia-sia bila kuhabiskan waktuku sendirian
Tanpa kalian, sayang.. :’)

Surakarta, 29 Mei 2013
                                                                                                                      ~Sofi~


Selasa, 21 Mei 2013

Marah

Marah.. Aku kadang tak sadar kapan aku marah. Aku sendiri tak terlalu paham dengan marah.
Yang aku tahu, aku pernah marah. Mungkin sering sih. Yah wajar sih aku kan manusia juga, punya hati juga.
Tapi entah kenapa dengan orang-orang tertentu aku tidak bisa marah. ehh bukan bukan bukan.
Bukan tidak bisa marah, aku bisa marah, tapi wahai kalian orang2 "tertentu" aku terkadang takut untuk marah.
Mungkin kalian tidak akan pernah tahu kapan sebenarnya aku benar-benar sedang marah dengan kalian. Aku ini memang orangnya masih labil. Sering kali aku mengurungkan niatku untuk marah, karena aku takut marahku akan berbuah buruk, apalagi harus kehilangan.
Aiih tak ingin, sungguh tak ingin kehilangan.Seringnya kalau aku marah aku malah akan berubah menjadi orang yang bersikap paling manis terhadap kalian.
Atau bisa juga aku akan berubah menjadi pendiam, dan dalam diam itu aku benar2 berpikir keras, apakah keputusanku untuk marah itu sudah benar? nah muncul lagi bisikan dari hati kecil untuk tidak jadi marah. Kadang aku juga bingung dengan kepribadianku yang aneh ini.
Aku bingung kapan aku harus memutuskan untuk marah. Saat ingin marah aku kadang berpikir, "apakah marah ini berguna dan penting?" kalau nggak ya "kayaknya ini masalah kecil, kenapa harus marah? yaudah deh gak jadi aja marahnya" masih banyak lagi pikiran2 yang muncul saat aku ingin marah.
Ehm, misalnya dengan berpikiran positif terhadap orang yang bersangkutan, kadang di hati kita muncul pikiran negatif tentang orang lain hanya karena ilusi mata kita, yg lebih mementingkan apa yg terlihat tanpa memahami yang tak terlihat. Kita tidak pernah  tahu hal2 yang tersembunyi, kita tidak sepenuhnya bisa melihat yang sebenarnya, karena sering kali pikiran negatif kita lebih kuat dan akan menguasai emosi kita. Marah itu nafsu. Seringnya habis marah kita akan menyesal, kenapa tadi aku harus marah, kenapa kenapa dan.. bla...bla..blaa... Itulah yang kadang membuat aku memilih menyembunyikan kemarahan, dengan diam, dengan bersikap manis, atau yahh pura-pura bersikap biasa saja, atau kalau nggak ya bercanda dan pura2nya mutung. Kalian tidak akan pernah benar2 tahu kapan aku benar2 marah. Mungkin saat bersikap manis, sebenarnya aku sedang menutupi kemarahanku. Atau mungkin saat aku tertawa di hadapanmu sebenarnya tawa itu hanya sebagai penutup luka, ahahaha sok banget aku ya.. Yahh tapi bagaimana lagi, memang begitu adanya.
Rasa sayangku lebih bisa mengendalikan amarahku pada kalian.
Aku hanya takut untuk kehilangan rasa sayang kalian, hanya karena marah yang tidak berguna..
Seringkali melihat tawa kalian membuat hati yang marah menjadi luluh..
Kalaupun kalian menyadari aku sedang marah, jangan jadikan itu alasan untuk meninggalkanku ya..
Aku manusia, tidak sempurna..
Hidupku akan terasa sempurna dengan kehadiran kalian..

Senin, 20 Mei 2013

Sahabat

Teman itu layaknya amanah yang patut untuk dijaga
Iya kamu temanku,
Ehh bukan, bukan teman,
lebih tepatnya kamu adalah sahabatku, yang baru
Baru dikirimkan Tuhan untuk aku jaga
Idealnya begitu, aku menjagamu
Namun aku tak mampu berjanji menjagamu
Karena aku juga manusia
Dengan kecenderunganku ingin dijaga juga
Ingin dimengerti
Ingin dipahami dan ingin ingin yang lainnya
Itu hanya ingin
Kalaupun aku tak dapatkan yang aku inginkan
Tak kan jadi masalah
Yang terpenting yang aku inginkan bisa kulakukan untukmu
Aku tidak sempurna
Sama sepertimu
Ketidaksempurnaan itu yang kadang mendatangkan salah paham
Aku tidak pernah ingin menyalahkan
Karena kita sama-sama terlahir dengan ketidaksempurnaan
Kita hidup untuk selalu belajar, belajar dari kesalahan
Ataupun belajar memahami kebenaran
Aku harap kamu tidak lelah menghadapiku
Yang kekanakan
Yang tidak pernah bisa berbuat banyak saat kau butuh
Yang tak pernah bisa memberikan solusi di setiap masalahmu
Namun aku akan berusaha untuk sama2 menemukan solusinya
Masalah salah paham atau apa pun yang kadang datang
Biarlah tetap datang menerpa kita kawan
Tuhan mungkin sengaja mendatangkannya
untuk mendewasakan kita kawan,
Syukurilah karena Tuhan mengizinkan kita untuk tumbuh dewasa bersama,
Dengan kesempurnaan-Nya dan kasih-Nya
Dia datangkan badai di tengah kebersamaan kita
Mengizinkan kita untuk menikmati asam manis pahit getirnya pertemanan
Bagiku sedahsyat apa pun badai yang datang
Asal kau tetap ada denganku
Kan kuhadapi dengan tenang
:)




Senin, 06 Mei 2013

what a day

hari ini, hari yg paling memalukan sedunia..
cukup hari ini saja mempermalukan diri di hadapan orang banyak
ini demi siapa? demi mereka yang nggak tahu makna tanggung jawab dan komitmen??
yaah bisa dibilang begitu.. ~