Selasa, 26 Februari 2013

corat coret sesuka hati

^_^ kupu-kupu jangan pergiiiii...ahahahaha ini tadi malam bikinnya,bingung mau ngapain soalnya. mau belajar tp bingung nggak ada hand out dr dosen.. *alesan

Minggu, 24 Februari 2013

my sketchs




^_^ karena saya nggak pinter menulis, jadi yang saya tampilkan hasil corat coret tangan sy yang mungil ini yaaa...hehe

Rindu Sekali (Selamanya Rindu)




Rindu Rindu, hati ini bagai terikat dengan mereka..
segala tentang mereka aku selalu berusaha mengingatnya..
menyusun setiap keping memori
setiap detik bersama mereka
canda tawa tangis air mata bersama mereka adalah bahagia
mereka mereka, keluargaku
GEO #3 (GANESHA EVENT ORGANIZER)


Foto 1 : Studi banding bersama GEO#3 (OSIS dan MPK SMANSA) di URSULIN, Regina Pacis, Surakarta
Foto 2 : Jaga pendaftaran 3on3 Proker Subseksi KJDK, aku depan sendiri, dari sebelah kiri ada Vika(timbil), Wulan, Hardianti (adikku), Anis *kangen banget sama mereka* :)
Foto 3 : Itu foto waktu baksos, bulan Ramadhan, proker perdana setelah pelantikan, di Bruno.
Seneng banget, warganya antusias tinggi, liat tuh bazarnya rame banget, kita kualahan lho, saking banyakanya warga yang bersemangat..
Foto 4 : Itu kita di Benowo, pelantikan pengurus baru, pengganti kita..sedih udah mau purna. tapi seru, di sana dingiiiiin banget, liat aja tuh udah siang aja masih berkabut hihi di depan sendiri ada aku, Wulan, Riris.
Belakangku Irun, Elisa. Shinta, sama Vikki... really miss them.. :)

Sabtu, 23 Februari 2013

Aku = Kamu :')

semenjak ku belum mengenalmu
selama kau menemaniku dengan kepura-puraanmu
setelah aku terlalu lelah untuk bersabar dengan rasa sakit itu
hingga aku putuskan untuk tidak bersamamu
entah perasaanku masih saja sama padamu, seperti dulu
tak berubah meski waktu telah berlalu
sama sepertimu
dia selalu ada di pikiranmu
meski kau sedang bersamaku
sampai detik ini pun kau masih saja begitu
kau rela sakit untuknya
aku rela sakit untukmu
memikirkannya adalah keseharianmu
memikirkan kalian berdua selalu menyisakan pilu
tapi tak mampu sehari pun ku tak ingat tentangmu
bahkan tiga tahun berlalu dia masih menjadi prioritasmu
dan kau prioritasku
aku dan kamu sama2 menunggu
aku menunggumu dalam diamku
kau menunggunya dalam diammu
kau tulisakan puisi2 indah tentangnya
aku tuliskan segala ingatanku tentangmu
kau mencntainya,menjaganya,memeluknya dalam doamu
aku mencintaimu,menjagamu,memelukmu dalam doa2ku
menanti keputusan Tuhan siapa bidadarimu,
dia kah? atau siapapun itu
bila dia muslimah yang baik akan kurelakan kamu setulus hatiku
semua sakit dan pilu kurasa tak kan sia2 buatku
bila memang akhir ceritaku bukan denganmu
Tuhan lebih tahu siapa aku, siapa kamu
Tuhan lebih tahu siapa yang paling pantas untukku, dan untukmu
aku memang sama denganmu ya, semoga selalu bahagia ya kamu
kau jgn lelah bersabar menunggunya ya..

Jumat, 22 Februari 2013

Kamu

.....
Aku tak tahu harus memulainya dari mana
Pun ku tiada mengerti apa yang sedang terjadi antara kita
Namun ada sesuatu yang mengganjal di hati, kurasa
Entah itu apa
Entah kau juga begitu ataukah biasa saja
Yang ingin kukatakan padamu hanyalah satu
Yaitu aku menyayangimu
Mohon maafkan hati ini yang terlalu dini merasa
Maafkan bila hati ini menyayangimu dengan cara yang berbeda
Maaf bila tak sama dengan yang kau harap
Atau mungkin kau tak pernah berharap ada rasa itu dariku
Tapi maaf aku tak peduli bila kau tak pernah mengharapakanku
Maaf untuk keegoisanku ini, untuk segala sikap dan sifat kekanakanku
yang buat kesal di hati dan hari-harimu
Terima kasih kau telah membuatku tersenyum di tengah berbagai kesedihanku
di tengah berbagi masalah yang menimpaku
dan maaf tak pernah kau kuberi tahu setiap masalahku
Entah kau menyadari atau tidak,
bahwa aku masih mampu menyisakan senyumku,
karena kehadiranmu yang menguatkanku, kawanku...

Kamis, 21 Februari 2013

Berat Hati Saat Kembali


"Shalatnya jangan sampai bolong ya Nak, di sana", pesan yang dikatakan Ibukku saat aku sedang menyetrika kaos blaster warna biru abu-abu kesayanganku, sembari beliau menyiapkan sarapan untukku dan Ayah. Iya, pagi ini lah saatnya aku harus kembali ke Surakarta, untukku kembali mempelajari ilmu Kebidanan dan Ilmu tentang Kehidupan sebagai bekalku untuk menjadi seorang bidan yang akan mengabdikan diri pada negri suatu saat nanti. Aku siapkan segala hal yang kuperlukan pagi itu juga, yah sudah menjadi kebiasaan burukku. Yaitu malas untuk berkemas. Apalagi berkemas untuk pergi meninggalakan desaku yang penuh damai. Meninggalkannya dalam suasana liburku yang belum usai. Dari satu bulan masa liburku aku hanya mendapat kesempatan untuk menikmatinya tepat satu minggu. Kini aku harus pergi untuk kembali ke tanah perantauan untuk menunaikan janji yang sudah menjadi tanggung jawabku untuk kupenuhi. Janji itu sudah terpatri di hati sejak aku putuskan untuk aktif lagi berorganisasi. Dengan seragram korpri dibalut dengan jaket kulit hitam legam super tebal kesayangannya, Ayahku mengantarkanku ke stasiun Kutoarjo sekalian beliau berangkat untuk menunaikan ibadah sebagai seorang suami, yaitu mencari nafkah. Jarak stasiun dan kantor Ayah bisa diukur dengan jengkal, saking dekatnya. Entah kenapa selama perjalanan menuju stasiun aku teringat Ibukku, teringat sesuatu yang membuatku tak kuasa membendung air mata. Dari sudut mata kecilku menetes dan mengalir di pipi, sebelum sempat kuseka air mataku, ia hilang disambar angin yang berlawanan dengan arah sepeda motor yang dikendarai Ayahku. Entah begitu berat aku meninggalkan rumah pagi itu. berat sekali meninggalkan Ibuku, yang tak pernah mengeluh betapa berat segala masalah yang beliau hadapi. Andai aku ini pandai bercerita, akan kuceritakan sebagian kecil tentang perjalanan Ibuku menuju ke detik ini.

(Senin, 18-02-2013)
           ~Sofi~

Senin, 18 Februari 2013

LAGI

Kau terdiam (lagi)..
Aku tak tahu kau kenapa (lagi)..
Aku bingung (lagi)..
Aku khawatir (lagi)..
Aku bodoh (lagi), harusnya kutahu kau kenapa..
Aku harusnya tak takut (lagi) untuk sekadar menyapa..
Aku harusnya tahu kau kenapa..
Tapi bodohku tak kunjung hilang,
Lupaku selalu datang, tak (lagi) kuingat cara agar kau tak terdiam (lagi)..
Mungkin kadang kau terdiam bukan karena aku, namun harusnya kuberanikan diri untuk tahu..
Tapi bodohnya aku, aku selalu takut untuk mulai berbincang denganmu..
Kutakut melukai perasaanmu..
Kutakut kau kan menjauh dariku..
Tak kuasa butiran itu menetes dari ujung mataku,
Menggelinding melalui pipiku, ketika kau pintaku untuk lupa tentang perkenalan itu..
Harusnya kau tahu,
Mengenalmu adalah bagian indah dalam sejarah hidupku
Yang bila kubisa abadikan dengan sebuah lukisan, maka kan kulukiskan perkenalan itu pada secarik kanvas keabadian..
Namun belum pernah bisa kutemukan cara terindah agar kau tahu betapa berartinya kau buatku.. :)

Minggu, 17 Februari 2013

Dingin Menusuk, Diam Merajuk

Kau tiba-tiba diam
Aku khawatir..
Aku takut, takut melukaimu hingga kau terdiam sperti ini..
Aku bingung..
Bingung untukku mulai percakapan..
Tak tahu kuharus berbuat apa..
Menatapmu saja aku tak kuasa..
Aku takut, bahkan untuk sekadar tersenyum padamu..
Matamu suram..
Entah terluka..
Entah bersedih..
Aku bahkan tak paham..
Errrrhha ku kesal padaku,
Yang tak tahu apa ini..
Yang tak paham dengan situasi ini..
Yang tak mampu mengerti..
Yang tak bisa membaca apa yang kau tuliskan dalam hati..
Aku seperti linglung, tak tahu apa yg sebenarnya terjadi..
Kutakut diam itu isyarat kau kan menjauh pergi..

TENTANGMU, KAWAN

 Sekian lama aku berjumpa dengan berbagai macam teman..
Aku mengenal beribu karakter yang berbeda..
Dan kini Tuhan jumpakan aku denganmu, kawan..
Kau tak pernah pinta aku untuk datang,
untuk sekadar menulisakan "Sofia" di lembaran buku tamu kehidupanmu..
Maafkan aku atas kehadiranku yang tak diundang..
Maafkan aku untuk kehadiranku yang menimbulkan gelisah, resah, dan bingung, bahkan rasa tak nyaman..
Aku datang ingin mengenalkanmu tentang TEMAN yang bukan hanya sebuah ILUSI belaka..
Bahwa teman itu benar adanya, namun nyatanya ku membuatmu semakin kecewa..
membuatmu semakin percaya teman itu tak nyata..
Hatimu begitu lembut, bagai sutera..
Yang ingin kubelai setiap waktu, untuk rasakan  kelembutannya..
Dan yang kutakut untuk mengusiknya..
Aku takut seamakin lama ku membelai sutera itu, akan membuat sutera itu jadi rusak
dan tak lembut lagi adanya..
Aku takut, aku takut, takut kehilangan kamu sesungguhnya..
Namun berlama-lama di sampingmu kurasa kau bosan denganku, kau jenuh dengan keluhku, kau tergannggu dengan segala sikapku..
Kuingin kau tetap berpijar layaknya bintang yg bergemerlapan di tengah gelapnya kesunyian..
Kuingin kau selalu tersenyum ditengah penantianmu untuk kehadiran seorang teman yang sebenarnya..