Marah.. Aku kadang tak sadar kapan aku marah. Aku sendiri tak terlalu paham dengan marah.
Yang aku tahu, aku pernah marah. Mungkin sering sih. Yah wajar sih aku kan manusia juga, punya hati juga.
Tapi entah kenapa dengan orang-orang tertentu aku tidak bisa marah. ehh bukan bukan bukan.
Bukan tidak bisa marah, aku bisa marah, tapi wahai kalian orang2 "tertentu" aku terkadang takut untuk marah.
Mungkin kalian tidak akan pernah tahu kapan sebenarnya aku benar-benar sedang marah dengan kalian. Aku ini memang orangnya masih labil. Sering kali aku mengurungkan niatku untuk marah, karena aku takut marahku akan berbuah buruk, apalagi harus kehilangan.
Aiih tak ingin, sungguh tak ingin kehilangan.Seringnya kalau aku marah aku malah akan berubah menjadi orang yang bersikap paling manis terhadap kalian.
Atau bisa juga aku akan berubah menjadi pendiam, dan dalam diam itu aku benar2 berpikir keras, apakah keputusanku untuk marah itu sudah benar? nah muncul lagi bisikan dari hati kecil untuk tidak jadi marah. Kadang aku juga bingung dengan kepribadianku yang aneh ini.
Aku bingung kapan aku harus memutuskan untuk marah. Saat ingin marah aku kadang berpikir, "apakah marah ini berguna dan penting?" kalau nggak ya "kayaknya ini masalah kecil, kenapa harus marah? yaudah deh gak jadi aja marahnya" masih banyak lagi pikiran2 yang muncul saat aku ingin marah.
Ehm, misalnya dengan berpikiran positif terhadap orang yang bersangkutan, kadang di hati kita muncul pikiran negatif tentang orang lain hanya karena ilusi mata kita, yg lebih mementingkan apa yg terlihat tanpa memahami yang tak terlihat. Kita tidak pernah tahu hal2 yang tersembunyi, kita tidak sepenuhnya bisa melihat yang sebenarnya, karena sering kali pikiran negatif kita lebih kuat dan akan menguasai emosi kita. Marah itu nafsu. Seringnya habis marah kita akan menyesal, kenapa tadi aku harus marah, kenapa kenapa dan.. bla...bla..blaa... Itulah yang kadang membuat aku memilih menyembunyikan kemarahan, dengan diam, dengan bersikap manis, atau yahh pura-pura bersikap biasa saja, atau kalau nggak ya bercanda dan pura2nya mutung. Kalian tidak akan pernah benar2 tahu kapan aku benar2 marah. Mungkin saat bersikap manis, sebenarnya aku sedang menutupi kemarahanku. Atau mungkin saat aku tertawa di hadapanmu sebenarnya tawa itu hanya sebagai penutup luka, ahahaha sok banget aku ya.. Yahh tapi bagaimana lagi, memang begitu adanya.
Rasa sayangku lebih bisa mengendalikan amarahku pada kalian.
Aku hanya takut untuk kehilangan rasa sayang kalian, hanya karena marah yang tidak berguna..
Seringkali melihat tawa kalian membuat hati yang marah menjadi luluh..
Kalaupun kalian menyadari aku sedang marah, jangan jadikan itu alasan untuk meninggalkanku ya..
Aku manusia, tidak sempurna..
Hidupku akan terasa sempurna dengan kehadiran kalian..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan tinggalkan komentar Anda,, ^_^ mksh