Kamis, 21 Februari 2013
Berat Hati Saat Kembali
"Shalatnya jangan sampai bolong ya Nak, di sana", pesan yang dikatakan Ibukku saat aku sedang menyetrika kaos blaster warna biru abu-abu kesayanganku, sembari beliau menyiapkan sarapan untukku dan Ayah. Iya, pagi ini lah saatnya aku harus kembali ke Surakarta, untukku kembali mempelajari ilmu Kebidanan dan Ilmu tentang Kehidupan sebagai bekalku untuk menjadi seorang bidan yang akan mengabdikan diri pada negri suatu saat nanti. Aku siapkan segala hal yang kuperlukan pagi itu juga, yah sudah menjadi kebiasaan burukku. Yaitu malas untuk berkemas. Apalagi berkemas untuk pergi meninggalakan desaku yang penuh damai. Meninggalkannya dalam suasana liburku yang belum usai. Dari satu bulan masa liburku aku hanya mendapat kesempatan untuk menikmatinya tepat satu minggu. Kini aku harus pergi untuk kembali ke tanah perantauan untuk menunaikan janji yang sudah menjadi tanggung jawabku untuk kupenuhi. Janji itu sudah terpatri di hati sejak aku putuskan untuk aktif lagi berorganisasi. Dengan seragram korpri dibalut dengan jaket kulit hitam legam super tebal kesayangannya, Ayahku mengantarkanku ke stasiun Kutoarjo sekalian beliau berangkat untuk menunaikan ibadah sebagai seorang suami, yaitu mencari nafkah. Jarak stasiun dan kantor Ayah bisa diukur dengan jengkal, saking dekatnya. Entah kenapa selama perjalanan menuju stasiun aku teringat Ibukku, teringat sesuatu yang membuatku tak kuasa membendung air mata. Dari sudut mata kecilku menetes dan mengalir di pipi, sebelum sempat kuseka air mataku, ia hilang disambar angin yang berlawanan dengan arah sepeda motor yang dikendarai Ayahku. Entah begitu berat aku meninggalkan rumah pagi itu. berat sekali meninggalkan Ibuku, yang tak pernah mengeluh betapa berat segala masalah yang beliau hadapi. Andai aku ini pandai bercerita, akan kuceritakan sebagian kecil tentang perjalanan Ibuku menuju ke detik ini.
(Senin, 18-02-2013)
~Sofi~
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan tinggalkan komentar Anda,, ^_^ mksh